Berapa Dana yang Harus Anda Keluarkan untuk Membeli Lisensi Franchise Bimbel?

Berapa Dana yang Harus Anda Keluarkan untuk Membeli Lisensi Franchise Bimbel?

Anda bisa sangat mudah membandingkan berapa harga lisensi franchise bimbel satu dengan yang lainnya. Nilainya pasti puluhan juta dan itu angka yang tidak kecil.

Bahkan, ada beberapa bimbel terkenal yang mematok harga lisensi waralaba bimbelnya sampai ratusan juga rupiah.

Anehnya, tingginya harga lisensi tersebut tidak membuat orang ogah untuk memilikinya. Hal tersebut dikarenakan keuntungan instan akan mereka dapatkan. Mereka tidak perlu melakukan branding karena otomatis bimbel tersebut sudah dikenal oleh masyarakat.

Mereka juga tidak perlu membuat modul bimbingan belajar karena modul standar franchisor pasti diberikan.

Tentu saja harga lisensi tersebut sangat mahal karena sekarang ini sudah ada modul bimbingan belajar yang bisa dimiliki oleh siapapun yang ingin mendirikan sebuah lembaga bimbel.

Intin dari lembaga bimbingan belajar itu kreativitas pembelajaran (agar peserta didik lebih mudah menyerap pelajaran) dan marketing.

Jika Anda berniat membuat lembaga bimbingan belajar, sekarang sudah tidak ada alasan lagi Anda tidak bisa membuat lembaga tersebut sendiri karena keterbatasan buku atau modul pembelajaran.

Anda sekarang bisa membeli dan mengupdate entah satu atau dua tahun sekali karena modul tersebut selalu diperbaharui sesuai dengan perkembangan pendidikan.

Marketing selalu menjadi kendala inilah mengapa Anda sebagaian dari orang yang akhirnya memutuskan ingin membeli lisensi franchise. Dengan demikian, brading dan marketing tidak lagi menjadi persoalan karena masyarakat sudah tahu tentang brand franchise tersebut.

Namun, pertimbangkan dulu dana yang harus Anda keluarkan di awal (untuk membeli lisensi) serta royalty yang harus Anda bayarkan setiap bulan?

Bayangkan jika uang (yang begitu banyak) untuk membeli lisensi tersebut Anda alihkan sebagian atau bahkan hanya seperempat saja untuk membeli modul bimbel dan melakukan proses marketing atau branding.

Dengan memiliki bimbel dengan nama brand Anda sendiri, Anda tidak perlu membeli lisensi franchise bimbel dengan harga selangit tersebut. Selain itu, Anda tidak perlu merasa dikejar target dan menyiapkan royalty yang harus Anda setorkan ke pihak franchisor setiap bulannya.

Yang jelas, dana yang harus Anda keluarkan untuk membeli lisensi franchise bimbel serta membayar royalty jauh lebih besar daripada memulai bisnis bimbel baru dengan membeli modul yang selalu di update.

Artikel Terkait :

Apakah Benar Franchise Bimbingan Belajar itu Menguntungkan ?