Bisnis Lembaga Bimbingan Belajar Privat

Bisnis Lembaga Bimbingan Belajar Privat

Assalammualaikum wr, wb.

Saya ingin mendirikan sebuah lembaga bimbingan belajar privat untuk anak SD, SMP dan SMU. Saya ingin menanyakan

  1. Bagaimana peluang bisnis lembaga pendidikan private untuk anak SD, SMP, SMU?
  2. Kemudian bagaimana strategi terbaik untuk mendapatkan murid karena persaingan dengan lembaga privat yang lain dan bimbel yang sudah maju cukup ketat?
  3. Bagaimana menanamkan mental yang kuat untuk berbisnis karena waktu itu saya pernah membagikan brosur lembaga privat saya di suatu sekolah kemudian saya melihat brosur saya berserakan dijalan dan saya langsung down?
  4. Bagaimana cara yang paling efektif untukmengetes/menyaring guru privat agar mendapatkan kualitas yang baik?
  5. Bagaimana cara yang paling baik penggajian antara pihak manajemen dengan pengajar, apakah dengan gaji bulanan atau bagi hasil prosentase dari pembayaran siswa?

Demikian pertanyaan saya, atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalaamu’alaikum wr, wb.

Opix

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Opix. Peluang bisnis lembaga pendidikan privat bagi anak SD, SMP atau SMA, sangat besar. Usaha seperti inilah yang membesarkan bisnis PRIMAGAMA, SONY SUGEMA dan sebagainya. Itu kalau kita cerita sukses. Kalau cerita gagal, tentu saja lebih banyak lagi.

Bedanya cerita sukses dan gagal, seringkali hanya terkait pada gigih atau tidaknya pengelola usaha dalam mengelola usahanya. Mereka yang gigih, akan berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya. Mereka yang berhenti di tengah jalan, pastilah akan memperoleh kegagalan.

Bung Opix. Urusan strategi, haruslah terkait dengan berbagai potensi yang anda miliki. Saya bisa saja cerita banyak soal strategi, tapi jika salah satu unsurnya tidak anda miliki, strategi itu tidak akan berjalan dengan baik. Misalnya, saya usulkan strategi menyebarkan brosur yang menarik ke banyak orang.

Hal ini tidak akan jalan jika anda tidak punya dana sepeser pun. Jadi sebelum saya paparkan soal strategi, sebaiknya anda paparkan dahulu kondisi-kondisi yang ada pada anda, misalnya kondisi keuangan, kondisi sumber daya manusia, pasar yang ingin anda tuju, lokasi anda dan sebagainya.

Mengapa anda langsung down ketika anda melihat brosur yang anda sebarkan berserakan di jalan? Itu karena anda merasa bahwa anda pandai. Orang pandai melihat dan mengalami kondisi seperti itu, akan langsung menyimpulkan, bahwa usaha yang anda lakukan gagal total. Itu sebabnya, berpikirlah sebagai orang bodoh.

Orang bodoh, tidak segera mengambil kesimpulan. Ia akan mencobanya di tempat lain. Seringkali bukan kepintaran yang menentukan sukses seseorang, tetapi kegigihan. Saya sering bertemu dengan orang-orang yang sukses, dan seringkali saya temukan beberapa hal yang kemudian menunjukkan bahwa ia bukan orang yang sangat-sangat pandai. Kegigihan dan keuletannya lah yang membawanya ke titik sukses.

Sebelum melakukan tes, sebaiknya anda harus menentukan dahulu, standar kualitas seperti apa yang anda inginkan. Misalnya, mampu mengerjakan soal yang sulit dan rumit. Mampu mengajar dengan baik dan menyenangkan. Mau dibayar murah. Jujur. Badannya sehat. Dan sebagainya. Dan sebagainya.

Dari berbagai kriteria itu, anda bisa melakukan serangkaian tes, sehingga kualitas yang anda inginkan bisa anda dapat. Misalnya, mampu menyelesaikan soal yang sulit dan rumit, bisa anda tes dengan memberinya soal yang sulit sekaligus rumit. Badannya sehat, bisa anda dapatkan dengan melakukan tes kesehatan di laboratorium tertentu. Mengajar dengan baik dan menyenangkan, bisa anda tes dengan memintanya mengajar suatu topik tertentu di hadapan anda.

Soal penggajian, tentu saja tergantung anda sebagai pemilik usaha. Otoritas penuh ada di tangan anda. Jika anda menginginkan hanya membayar gaji, anda harus mencari orang-orang yang mau menerima gaji. Jika anda ingin sistem penggajian dengan pola bagi hasil, maka anda harus mencari orang-orang yang siap berbagi hasil dengan anda. Mana cara yang lebih baik, andalah yang menyimpulkan. Dan ana bisa simpulkan jika anda sudah menjalaninya.

Persyaratan dan Perizinan Membuka Bimbingan Belajar

Persyaratan dan Perizinan Membuka Bimbingan Belajar

Assalamua’alaikum Wr. Wb.

Bagaimanakah persyaratan untuk membuka usaha bimbingan belajar, dan bagaimana pula perizinannya baik dari sisi izin usaha maupun izin ke Departemen Pendidikan atau departemen lain yang berkaitan dengan kurikulum agar nantinya lembaga bimbingan belajar ini bisa mengeluarkan sertifikat resmi?

Dan apakah harus berbadan usaha? jika harus, badan usaha apakah yang di diperbolehkan?

Tolong dijelaskan tahapan prosedur-prosedur dan persyaratan yang harus dilakukan dan dipenuhi agar terwujud suatu lembaga bimbingan belajar resmi.

Terima kasih atas perhatian dan saran bapak.

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

Rahman
intania_rahman at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Rahman. Membuka usaha bimbingan belajar, tentu saja ada syaratnya. Dan itu sangat tergantung pada skala usaha anda. Kalau skala besar, mungkin anda perlu ruangan cukup besar. Tapi kalau skalanya kecil, bisa jadi anda tidak perlu ruangan sama sekali, karena anda bisa melakukannya di rumah pelanggan anda (misalnya, les privat). Syarat lainnya, tentu saja harus ada tenaga pengajarnya. Bisa anda sendiri, atau anda membayar orang lain. Beberapa peralatan lain juga harus anda persiapkan misalnya modul, buku panduan, kartu anggota dan sebagainya.

Soal perizinan, untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, ada baiknya anda datangi saja kantor wilayah Depdiknas di kota anda untuk menanyakannya. Di sana, anda bisa juga menanyakan berbagai prosedur resmi yang harus anda jalani, termasuk juga badan usaha apa yang diperbolehkan menjalankan usaha bimbingan belajar. Itu kalau anda merasa bahwa izin itu penting.

Saya pribadi, tidak terlalu mementingkan perizinan. Yang penting usaha saya tidak melanggar hukum dan tidak merugikan orang lain, saya akan jalan dulu. Perizinan akan saya urus belakangan. Yang saya tahu, beberapa bimbingan belajar yang cukup beken di tanah air, juga mengurus perizinan usahanya belakangan, setelah usahanya maju. Bahkan sampai sekarang ada usaha yang sama sekali tak ada izin resmi sebagai bimbingan belajar.

Bung Rahman. Usaha bimbingan belajar menjadi daya tarik bagi para konsumen bukan karena mereka bisa mengeluarkan berbagai macam sertifikat, tetapi karena mereka bisa membantu siswanya menembus sekolah negeri favorit atau Perguruan Tinggi Negeri terkenal. Jadi, sertifikat bukanlah kepentingan yang esensial dalam usaha bimbingan belajar.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Rajasoal.co.id Pusat Download Bank Soal SD SMP dan SMA

Rajasoal.co.id Pusat Download Bank Soal SD SMP dan SMA

Jika Anda Ingin Mendownload Soal dalam Ms Word bisa anda kunjungi rajasoal.co.id

Bank Soal SD (Matematika, IPA, IPS, PKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris)

Bank Soal SMP (Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris

Bank Soal SMA (Matematika, Fisika, Kimia Bilogi)

Semua soal yang disajikan dalam ms word sehingga bisa dijadikan tambahann referensi untuk tentor, guru dan siswa

Juga tersedia Bank Soal UN SD, Bank Soal UN SMP, Bank Soal SMA, Soal SBMPTN IPA dan IPS

Promo Modul Bimbel Bulan Ramadhan “Paket Lengkap” 2.5 JT

Promo Bulan Ramadhan “Paket Lengkap” 2.5 JT

Untuk pembelian sekaligus paket  Modul Bimbel SD SMP SMA IPA dan SMA IPS senilai 2.5 Langsung dapat GRATISSS

  1. Modul Persiapan UN SD senilai 300rb
  2. Modul Persiapan UN SMP senilai 350rb
  3. Modul Persiapan UN SMA senilai 400rb
  4. SOP dan Administrasi Bimbel senilai 1 jt
  5. Bank soal SD SMP dan SMA senilai 500rb
  6. Modul SBMPTN SAINTEK senilai 700rb
  7. Modul SBMPTN HUMANIORA senilai 700rb
Promo Modul Bimbel
Promo Modul Bimbel

Buruan Hanya dengan 2.5 JT Mendapatkan paket lengkap bandingkan dengan Franchise Bimbel yang harganya bisa mencapai 250 JT

Segera hub kami segera

Untuk Proses Pembayaran Jika Ragu bisa lewat TOKEPEDIA.COM atau BUKALAPAK.COM

 

 

Memilih Franchise Bimbingan Belajar Terbaik

Memilih Franchise Bimbingan Belajar Terbaik

Jangan salah memilih franchise bimbingan belajar meskipun sebenarnya Anda sendiri bisa membuat brand sendiri dan mendirikan program bimbel sendiri. Kalaupun akhirnya Anda memilih untuk membeli lisensi waralaba atau franchise bimbel, pastikan yang Anda pilih itu sudah dikenal oleh masyarakat.

Sebenarnya Anda tidak perlu membeli lisensi franchise dengan harga ratusan juta untuk bisa menjalankan bisnis bimbel. Yang Anda butuhkan hanya tempat, marketing, serta modul bimbel sebagai buku pembelaran. Sementara ini, banyak yang bingung dengan modul bimbingan belajar. Jangan khawatir karena sekarang modul tersebut bisa Anda dapatkan dan selalu diupdate.

Namun, jika Anda masih merasa mantap untuk membeli lisensi franchise bimbel, berikut beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan.

1. Bimbel Harus Dikenal di Kota Anda

Percuma jika Anda membuka franchise bimbel namun masyarakat sekitar Anda tidak tahu nama bimbel tersebut. Tidak hanya tahu saja tapi juga sudah dipercaya. Banyak bimbel yang terkenal tapi tidak dipercayai oleh masyarakat karena banyak hal, seperti reputasinya lebih rendah daripada lembaga bimbel yang lain, tempatnya kurang nyaman, buku panduannya sama seperti buku pelajaran di sekolah, dan lain sebagainya.

Faktor terkenal dan terpercaya menjadi pertimbangan utama sebelum Anda membeli franchise bimbingan belajar.

2. Kelengkapan

Apa yang Anda dapatkan setelah membeli lisensi franchise? Tentu saja bukan hanya hak untuk menjalankan bisnis, tapi juga lengkap dengan peralatannya seperti modul.

Modul ini yang paling penting karena modul ini yang membedakan antara bimbel satu dengan yang lain. Bahkan, modul ini sering digunakan sebagai nilai jual dari beberapa bimbel terkenal

3. Harga dan Royalty

Harga lisensi serta royalty yang harus Anda bayarkan setiap bulan menjadi hal yang paling harus Anda pertimbangkan. Anda bisa membandingkan antara franchisor satu dengan yang lain. Pertimbangkan keuangan Anda serta kemungkinan laba setiap bulan agar Anda tidak terbebani dengan royalty dan biaya operasional.

Namun, berapapun royalty yang harus Anda bayarkan setiap bulan, akan lebih baik jika Anda membangun brand bimbel Anda sendiri. Sebenarnya tidak sulit karena Anda tinggal membangun kepercayaan di masyarakat dengan cara memberikan modul bimbel yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

 

 

Setelah UN Tidak Menjadi Syarat Kelulusan, Bagaimana Nasib Bisnis Franchise Bimbel?

Setelah UN Tidak Menjadi Syarat Kelulusan, Bagaimana Nasib Bisnis Franchise Bimbel?

Tidak bisa dipungkiri bahwa berkembangkan bisnis franchise bimbel (bimbingan belajar) tidak lepas dari semakin tingginya standar nilai kelulusan UN. Namun, bagaimana bisnis ini kedepan ketika mulai tahun ini nilai UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan?

Ada sebab ada akibat. Bimbel beberapa tahun ini semakin ramai peminatnya karena orang tua takut anaknya tidak bisa lulus Ujian Nasional atau UN. Mereka rela mengeluarkan uang berapapun agar anak mereka lulus.

Keadaan pasti berubah ketika nilai UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan siswa. Banyak yang memprediksi siswa akan semakin malas belajar karena mereka berpikir berapapun nilainya mereka tetap lulus. Otomatis, semakin sedikit pula jumlah peserta didik lembaga bimbingan belajar.

Namun, itu hanya prediksi saja. Ternyata, para orang tua sekarang sudah mulai sadar bahwa UN bukan tujuan utama, melainkan kualitas anak mereka. Mereka tetap mendaftarkan anak mereka ke lembaga bimbingan belajar agar anak mereka selangkah lebih maju daripada anak yang tidak mengikuti bimbel.

Mereka tahu tantangan ke depan semakin sulit. Dengan berbekal ijasah saja tidak cukup. Nilai yang bagus harus diimbangi dengan kemampuan yang luar biasa juga.

Selain itu, keinginan peserta didik untuk bisa melanjutnya ke jenjang pendidikan lebih tinggi sesuai dengan yang mereka inginkan juga salah satu pemicu mengapa mereka harus mengikuti program bimbingan belajar. Bagi siswa SMP, mereka ingin bisa melanjutkan ke SMA yang mereka favoritkan. Begitu juga anak SMA, mereka ingin melanjutkan ke perguruan tinggi sesuai dengan jurusan yang mereka minati.

Keinginan itulah yang sekarang menjadi dorongan para orang tua dan anak untuk tetap belajar dengan sungguh-sungguh dan mengikuti program bimbingan belajar. Mereka tidak lagi mengejar angka agar bisa lulus UN, tapi lebih dari itu mereka ingin mendapatkan apa yang mereka idamkan, yaitu belajar di sekolah atau perguruan tinggi yang mereka favoritkan.

Jadi, bisnis franchise bimbel ini masih tetap berjalan. Pemilik bimbel dengan brand sendiri pun semakin serius untuk memberikan pelayanan terbaik dengan cara menyediakan modul bimbel terbaik dan terupdate sesuai dengan keinginan para peserta didik.

Bisnis Franchise Bimbingan Belajar: Apa yang Harus Dipersiapkan

Bisnis Franchise Bimbingan Belajar: Apa yang Harus Dipersiapkan

Selain uang untuk membeli franchise bimbingan belajar, Anda juga harus mempersiapkan beberapa hal sebelum mendirikan sebuah lembaga bimbel. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Tidak hanya uang saja yang harus Anda siapkan untuk mendapatkan lisensi franchise bimbel. Dari pihak franchisor, mereka akan mengirimkan petugas untuk melakukan survey lokasi di mana Anda akan menjalankan bisnis ini. Survey ini dilakukan untuk melihat serta menilai apakah sudah sesuai dengan kriteria atau standar franchisor atau tidak.

Untuk itu, Anda harus benar-benar mempersiapkan agar lolos ketika survey dilakukan.

1. Gedung

Memang tidak ada standar yang pasti mengenai berapa luas gedung yang harus Anda miliki sebagai tempat pembelajaran. Akan tetapi, kebanyakan franchisor menstandarkan tempat bimbingan belajar memiliki beberapa ruangan pembelajaran dengan luas yang cukup untuk menampung sekurang-kurangnya 15 peserta didik.

Tentu saja ruangan tersebut dilengkapi dengan peralatan yang menunjang pembelajaran seperti papan tulis. Modul bimbel disediakan dari pihak franchisor. Namun, jika diperlukan, Anda bisa melengkapi dengan modul bimbel terbaru sesuai dengan perkembangan pendidikan.

2. Lahan Parkir

Ini sangat penting karena lahan parkir berpengaruh besar terhadap minat orang tua dan juga murid sendiri untuk mendaftar di lembaga bimbingan belajar Anda. Seperti halnya rumah makan. Orang akan lebih suka berhenti untuk makan di rumah makan dengan parkir yang luas karena alasan kenyamanan.

3. Lokasi

Lokasi menjadi faktor utama apakah Anda akan mendapatkan lisensi franchise bimbel atau tidak. Tentu saja pihak franchisor memiliki target jumlah peserta didik semakin banyak ketika satu cabang dibuka.

Itulah mengapa hanya gedung yang terletak di lokasi yang strategis saja yang akan diterima. Anda bisa membuat bimbel di area yang tidak terlalu jauh dengan beberapa sekolah atau di ruko yang sudah ramai.

 

Setelah Anda memastikan semua hal tersebut sudah terpenuhi, Anda tinggal menunggu pihak yang mensurvey dan pasti Anda akan mendapatkan lisensi franchise bimbel. Setelah itu, Anda tinggal menjalankan bisnis dan jangan lupa membayar royalty tiap bulan sesuai ketentuan dari pihak franchisor.

Kenapa Tidak Suka Franchise Bimbel?

Kenapa Tidak Suka Franchise Bimbel?

Tidak banyak yang berani menjalankan lembaga pendidikan sendiri sehingga mereka memilih franchise bimbel. Tetapi, tidak sedikit juga tidak suka berbisnis dengan cara membeli franchise bimbingan belajar.

Kenapa?

Alasan yang paling klasik adalah biaya yang mahal. Anda tahu berapa dana yang harus dipersiapkan untuk membeli lisensi franchise atau waralaba bimbel? Mulai dari puluhan sampai ratusan juta rupiah.

Tidak itu saja. Anda juga harus membayarkan royalty setiap bulan. Memang jumlah royalty yang harus Anda bayarkan kepada pihak franchisor berbeda antara lembaga bimbel satu dengan yang lain. Tapi, yang jelas ada kekurangan dari penghasilan Anda perbulan karena potongan untuk membayar royalty. Dan itu berlaku untuk selamanya.

Jadi selain dana yang keluar di awal, penghasilan Anda dari menjalankan bisnis bimbel juga berkurang karena Anda harus membayar royalty tiap bulan.

Ada juga yang tidak suka franchise bimbel memiliki alasan lain. Mereka menganggap franchise bimbel itu bisnis yang merepotkan.

Selain membayar sejumlah uang di awal, mereka juga harus mempersiapkan segala hal sesuai dengan standarisasi dari pihak franchisor seperti luas bangunan, peralatan pembelajaran, lokasi, dan lain sebagainya. Belum lagi lokasi di mana Anda mendirikan lembaga bimbel harus jauh dari lembaga bimbel dengan brand yang sama.

Bahkan, jika ada dua bimbel atau franchisee dari bimbel yang sama di satu kota, kemungkinan profit Anda tidak terlalu bagus.

Tentu saja ada banyak lagi alasan kenapa beberapa orang tidak suka franchise atau waralaba bimbel. Mereka lebih suka merintis lembaga dengan brand mereka sendiri daripada memberikan uang untuk membeli lisensi waralaba bimbingan belajar dan royalty tiap bulan.

Mereka tinggal membeli modul bimbel yang sudah disusun oleh para pakar di bidang masing-masing lain yang tentu harganya jauh lebih murah daripada membeli lisensi franchise. Selain itu, modul bimbingan belajar tersebut juga selalu diupdate, disesuaikan dengan perkembangan pendidikan.

Jadi, mana yang Anda akan pilih? Apakah tetap membeli lisensi franchise bimbel atau membeli modul bimbel terbaru?

Kunci Sukses Franchise Bimbingan Belajar / Bimbel

Kunci Sukses Franchise Bimbingan Belajar / Bimbel

Bisnis franchise bimbingan belajar atau bimbel semakin marak mengingat kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, bagi pemilik bisnis, mereka membutuhkan kiat-kiat agar bisnis mereka semakin banyak orang yang percaya dan mendaftarkan anak-anak mereka ke bimbel tersebut.

Sebenarnya inovasi pembelajaran adalah kunci sukses bisnsi franchise bimbel. Maka aneh jika semakin banyak orang yang mau membeli lisensi franchise dengan harga yang mahal padahal kunci sukses membuat bimbel tidak lain hanyalah inovasi pembelajaran.

Dan itulah mengapa para pemain lama di bisnis ini seperti Primagana dan Ganesha Operation masih langgeng dan program franchise mereka masih laku.

Inovasi Pembelajaran Melalui Modul Bimbingan Belajar Terupdate

Jadi, Anda harus mempertimbangkan apakah Anda akan mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli lisensi franchise atau waralaba bimbel atau hanya perlu berinvestasi beberapa ratus ribu rupiah saja untuk membeli modul pembelajaran terbaru.

Anda harus ingat tidak hanya uang untuk membeli lisensi saja yang Anda perlukan jika ingin membuka waralaba bimbel, tapi juga royalty tiap bulan.

Dan satu lagi. Jika Anda membeli franchise bimbel, bukan berarti Anda sudah memiliki bisnis karena apa yang Anda jalankan dan marketkan itu adalah brand franchisor.

Sehingga, tidak hanya finansial yang Anda korbankan, tapi juga waktu karena bukan Anda yang dikenal tapi brand yang Anda bawa. Padahal intinya hanya invoasi pembelajaran.

Itulah mengapa Anda sebaiknya mempertimbangkan opsi lain selain membeli lisensi franchise, yaitu membeli modul bimbel yang harganya jauh lebih murah. Selain itu, modul bimbel tersebut juga diupdate disesuaikan dengan perkembangan pendidikan.

Di balik modul tersebut, ada banyak sekali ahli dan praktisi pendidikan di bidang mereka masing-masing, seperti Matematika, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, dan mata pelajaran yang lain.

Jadi, inovasi pembelajaran bisa Anda dapatkan dengan cara membeli modul bimbingan belajar terupdate, tanpa harus mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit untuk membeli lisensi franchise bimbel dan membayar royalty setiap bulan kepada franchisor.

Akankah Bisnis Waralaba Bimbel Bertahan Lama?

Akankah Bisnis Waralaba Bimbel Bertahan Lama?

Semakin banyak orang yang membeli lisensi waralaba bimbel semakin menunjukkan betapa pesat perkembangan bisnis ini. Namun, apakah demikian adanya? Anda tidak harus percaya begitu saja. Kenapa? Karena tidak sedikit uang yang harus Anda keluarkan jika ingin membeli lisensi waralaba atau franchise bimbingan belajar.

Sebenarnya, tidak sepenuhnya betul jika dikatakan bahwa bisnis franchise itu akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Dari segi kuantitasnya saja memang banyak dan hampir bimbel yang sudah terkenal memiliki cabang hampir di setiap kota di Indonesia?

Namun pertanyaannya sampai kapan?

Masyaraka sekarang sudah mengerti program franchise, di mana pemilik lisensi franchise seolah yang dikejar setoran. Mereka harus mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan untuk membeli lisensi. Selain itu, mereka juga harus memperhitungkan antara biaya operasional dan royalty yang harus mereka bayarkan kepada pihak franchisor.

Itulah kenapa semakin banyak orang yang tidak percaya dengan mutu pendidikan franchise bimbel.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bimbel dengan brand sendiri. Mereka tidak dikejar target. Mereka butuh berkembang dan perlu semakin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Itulah mengapa bimbel dengan brand sendiri (bukan franchise) ini bekerja mati-matian untuk meninggikan kualitas sistem pembelajaran agar semakin tinggi juga kepercayaan para orang tua yang imbasnya mereka akan kebanjiran peserta didik.

Kuncinya ternyata hanya satu, yaitu meraih kepercayaan para orang tua murid. Dengan cara bagaimana? Tentunya dengan melakukan inovasi pembelajaran dengan mengupdate buku atau panduan bimbingan belajar.

Bisnis bimbel ini sama dengan bisnis jasa yang lain, yaitu bagaimana membuat peserta didik pintar dan lebih dari murid-murid yang tidak mengikuti bimbingan belajar. Untuk itu, sebuah bimbingan belajar harus memiliki panduan pembelajaran atau buku bimbel yang lengkap dan update sesuai dengan perkembangan pendidikan terkini.

Tentu cara tersebut diatas jauh lebih efektif dan jauh lebih murah daripada membeli lisensi franchise bimbel, bukan? Anda bisa mulai mengenalkan brand program bimbingan belajar Anda dan terapkan sistem pembelajaran berdasarkan modul bimbel terupdate. Lambat laun, masyarakat akan tahu dan percaya kepada bimbel Anda.

 

Antara Dua Pilihan: Bangun Brand Sendiri atau Ikut Waralaba Bimbel?

Antara Dua Pilihan: Bangun Brand Sendiri atau Ikut Waralaba Bimbel?

Membangun program bimbingan belajar atau bimbel sendiri memang susah. Tapi, apakah Anda mau cara instan dengan membeli lisensi waralaba atau franchise bimbel?

Memang lebih mudah memiliki bimbel dengan cara franchise dari bimbel lain yang sudah terkenal di mana-mana. Anda tidak perlu susah mencari pengajuan ijin dari department pendidikan, tidak perlu promosi (karena masyarakat sudah tahu), dan yang paling mengenakkan Anda tidak perlu membuat perangkat pembelajaran.

Namun, semua yang instan tentu ada resikonya, seperti mie instan yang mudah dibuat tapi tidak baik baik kesehatan, bukan?

Begitu juga dengan franchise bimbel.

Setidaknya Anda harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum akhirnya memilih untuk membeli lisensi franchise bimbel.

Yang paling utama adalah masalah biaya. Anda tahu kelemahan setiap pebisnis baru itu dalam hal branding. Dengan membeli lisense waralaba bimbel, dengan kata lain Anda lemah dalam branding dan akhirnya membeli lisensi tersebut.

Dari segi tawar menawar saja, Anda tidak memiliki bargaining position yang bagus sehingga sudah dipastikan Anda harus menerima apapun syarat yang diajukan oleh bimbel yang mengelurkan program franchise.

Anda harus menyiapkan dana di awal dengan jumlah yang tidak sedikit. Memang terlihat sedikit dibandingkan dengan dana yang harus Anda keluarkan untuk membangun branding sendiri.

Namun, dana yang harus Anda keluarkan tidak hanya di awal saja. Ada juga rolaty bulanan yang harus Anda berikan kepada franchisor.

Lalu sebenarnya berapa dana yang harus Anda persiapkan?

Yang kedua mengenai resiko. Anda tahu apa jadinya jika franchisor mengalami kebangkrutan atau nama baiknya tercemari oleh salah satu kasus misalnya. Tentu saja hal tersebut akan berimbas dengan Anda karena notabene Anda adalah owner atau pemilik dari lembaga bimbel tersebut di mata masyarakat. Jadi bukan hanya bisnis Anda yang hancur tapi juga nama Anda.

Faktor yang kedua ini seharusnya yang jadi pertimbangan paling penting untuk menentukan apakah membangun brand sendiri atau ikut waralaba atau franchise bimbel.

Arikel Terkait :

Apakah Benar Franchise Bimbingan Belajar itu Menguntungkan ?

Berapa Dana yang Harus Anda Keluarkan untuk Membeli Lisensi Franchise Bimbel ?

 

 

Berapa Dana yang Harus Anda Keluarkan untuk Membeli Lisensi Franchise Bimbel?

Berapa Dana yang Harus Anda Keluarkan untuk Membeli Lisensi Franchise Bimbel?

Anda bisa sangat mudah membandingkan berapa harga lisensi franchise bimbel satu dengan yang lainnya. Nilainya pasti puluhan juta dan itu angka yang tidak kecil.

Bahkan, ada beberapa bimbel terkenal yang mematok harga lisensi waralaba bimbelnya sampai ratusan juga rupiah.

Anehnya, tingginya harga lisensi tersebut tidak membuat orang ogah untuk memilikinya. Hal tersebut dikarenakan keuntungan instan akan mereka dapatkan. Mereka tidak perlu melakukan branding karena otomatis bimbel tersebut sudah dikenal oleh masyarakat.

Mereka juga tidak perlu membuat modul bimbingan belajar karena modul standar franchisor pasti diberikan.

Tentu saja harga lisensi tersebut sangat mahal karena sekarang ini sudah ada modul bimbingan belajar yang bisa dimiliki oleh siapapun yang ingin mendirikan sebuah lembaga bimbel.

Intin dari lembaga bimbingan belajar itu kreativitas pembelajaran (agar peserta didik lebih mudah menyerap pelajaran) dan marketing.

Jika Anda berniat membuat lembaga bimbingan belajar, sekarang sudah tidak ada alasan lagi Anda tidak bisa membuat lembaga tersebut sendiri karena keterbatasan buku atau modul pembelajaran.

Anda sekarang bisa membeli dan mengupdate entah satu atau dua tahun sekali karena modul tersebut selalu diperbaharui sesuai dengan perkembangan pendidikan.

Marketing selalu menjadi kendala inilah mengapa Anda sebagaian dari orang yang akhirnya memutuskan ingin membeli lisensi franchise. Dengan demikian, brading dan marketing tidak lagi menjadi persoalan karena masyarakat sudah tahu tentang brand franchise tersebut.

Namun, pertimbangkan dulu dana yang harus Anda keluarkan di awal (untuk membeli lisensi) serta royalty yang harus Anda bayarkan setiap bulan?

Bayangkan jika uang (yang begitu banyak) untuk membeli lisensi tersebut Anda alihkan sebagian atau bahkan hanya seperempat saja untuk membeli modul bimbel dan melakukan proses marketing atau branding.

Dengan memiliki bimbel dengan nama brand Anda sendiri, Anda tidak perlu membeli lisensi franchise bimbel dengan harga selangit tersebut. Selain itu, Anda tidak perlu merasa dikejar target dan menyiapkan royalty yang harus Anda setorkan ke pihak franchisor setiap bulannya.

Yang jelas, dana yang harus Anda keluarkan untuk membeli lisensi franchise bimbel serta membayar royalty jauh lebih besar daripada memulai bisnis bimbel baru dengan membeli modul yang selalu di update.

Artikel Terkait :

Apakah Benar Franchise Bimbingan Belajar itu Menguntungkan ?

Apakah Benar Franchise Bimbingan Belajar itu Menguntungkan?

Apakah Benar Franchise Bimbingan Belajar itu Menguntungkan?

Memang mendapatkan lisensi franchise bimbingan belajar atau bimbel itu sangat menguntungkan. Tapi, coba Anda bandingkan jika Anda memiliki bisnis sendiri, yaitu program bimbel dengan nama dan brand Anda sendiri.

Kebanyakan para pebisnis saat ini lebih suka dengan hal-hal yang instan. Seperti halnya makanan, mereka merasa lebih mudah membuat makanan instan.

Kebanyakan pebisnis yang memulai bisnisnya dengan cara membeli lisensi franchise atau waralaba bimbel karena mereka memiliki modal dan mereka tidak ingin berpikir terlalu sulit untuk membangun sebuah lembaga.

Lalu, apa jadinya jika orang berpikir sama seperti itu? Orang akan mudah mendirikan lembaga bimbel dan kompetisinya tidak terlalu ketat. Akibatnya, kualitas pelayanan yang diberikan pun kurang maksimal.

Itulah mengapa kebanyakan franchise bimbel itu gulung tikar karena mereka hanya mengejar target tanpa mempertimbangkan kualitas pelayanan (pendidikan) yang akhirnya masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan bimbel tersebut.

Lalu apa solusinya?

Akan lebih baik jika Anda membuat brand lembaga bimbingan belajar Anda sendiri daripada mengikuti program waralaba bimbel.

Yang pertama, Anda akan lebih inovatif dan tidak terkesan meniru. Franchise itu tidak beda dengan program plagiarism atau tiruan karena semuanya mulai dari modul, metode pembelajaran, dan standarisasinya disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh franchisor.

Padahal, masyarakat sekarang semakin cerdas. Mereka memilih bimbel yang inovatif, bukan yang sama dengan bimbel-bimbel yang lain.

Jika Anda memiliki dana, daripada membeli lisensi franchise, akan lebih baik jika Anda membeli modul bimbingan belajar saja.

Sekarang Anda bisa bandingkan saja berapa dana yang harus Anda keluarkan jika Anda membeli lisensi waralaba bimbel? Mencapai ratusan juta bukan? Padahal apa yang Anda dapatkan itu tidak lain adalah modul pembelajaran.

Jadi, alangkah lebih bijak jika Anda mengalihkan dana sebesar ratusan juta rupiah tersebut dengan membeli modul bimbel yang harganya jauh lebih murah.

Selebihnya, Anda bisa gunakan untuk sosialisasi dan pemasaran untuk membangun brand lembaga bimbel Anda di masyarakat.

Lalu, pertanyaannya adalah apakah benar Franchise bimbingan belajar itu menguntungnya? Betul, tapi lebih menguntungkan jika Anda membangun brand bimbel Anda sendiri.

 

 

 

 

 

Apakah Lembaga Bimbingan Belajar Harus Terdaftar?

Apakah Lembaga Bimbingan Belajar Harus Terdaftar?

Peluang membuka lembaga bimbingan belajar terbuka lebar apalagi sekarang ada paket buku panduan belajar yang bisa didapatkan secara mudah. Dengan bermodalkan buku panduan itu saja, bisa dikatakan Anda bisa membuat bimbel di mana Anda tinggal.

Lalu, muncukl pertanyaan. Bukankah sebuah lembaga pendidikan seperti bimbingan belajar harus terdaftar di Departmen Pendidikan setempat?

Ya, semua lembaga pendidikan memang seharusnya terdaftar di departemen pendidikan. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir dengan perijinan.

Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan dan Anda tidak perlu memikirkan perijinan terlebih dahulu.

Apa saja hal yang harus Anda lakukan sebelum mendapatkan perijinan?

Yang pertama, Anda harus memiliki peserta didik baru. Pada dasarnya, langkah yang satu ini yang lebih susah, daripada hanya mendapatkan selembar kertas yang isinya berupa pengesahan atau pemberian ijin mendirikan lembaga bimbingan belajar. Mendapatkan peserta didik baru merupakan bukti kesungguhan Anda menjalankan bisnis ini.

Yang kedua, lengkap sarana dan prasarana, mulai dari tempat dilaksanakan pembelajaran, buku panduan, dan juga staf pengajar.

Tentu saja Anda sudah harus memiliki semua itu. Mungkin hal yang paling sulit adalah membuat buku panduan belajar. Namun, Anda tidak perlu begadang setiap malam untuk membuat buku panduan belajar karena Anda bisa mendapatkannya dari ahli pendidikan. Jadi, Anda hanya perlu menyediakan sarana mulai dari gedung, meja, kursi, papan tuliis, dan lain sebagainya.

Jika perlu, Anda sebaiknya melengkapi sarana dan prasarana lembaga bimbingan belajar Anda dengan peralatan multimedia seperti komputer, proyektor, dan lain sebagainya. Sarana ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik.

Setelah dua langkah penting tersebut sudah Anda lakukan, Anda tinggal mengajukan perijinan dan pasti akan diterima. Tidak ada alasan untuk tidak menerima pendirian lembaga yang Anda pimpin. Anda sudah memiliki kelengkapannya seperti peserta didik, staf pengajar, gedung lengkap dengan sarana dan prasarananya dan juga buku panduan.

Yang sering menjadi kendala beberapa lembaga bimbingan belajar ketika mengajukan perijinan adalah buku panduan. Oleh karena itu, Anda pastikan mendapatkan buku panduan bimbingan belajar dari pakar pendidikan agar proses perijinan pendirian lembaga bimbel lancar.

Strategi Promosi Lembaga Bimbingan Belajar Paling Efektif

Strategi Promosi Lembaga Bimbingan Belajar Paling Efektif

Ada beberapa penelitian tentang bagaimana cara lembaga bimbingan belajar yang terkenal. Namun, cukupkah hanya mengetahui strategi yang mereka gunakan? Tentu saja tidak. Ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan ketika melakukan promosi lembaga bimbel yang Anda pimpin.

Lebih dari itu, justru kalau Anda meniru strategi promosi yang dilakukan oleh lembaga bimbel yang lain, kemungkinan berhasil kecil karena pasti banyak sekali yang melakukan strategi promosi tersebut.

Dengan mengetahui pertimbagan berikut, Anda bisa menentukan strategi promosi sendiri yang sangat efektif.

Apa saja faktor-faktor tersebut?

Pertama adalah waktu. Setidaknya Anda harus menerapkan lebih dari dua strategi promosi dengan mempertimbangkan waktu, apakah pada waktu atau masa awal penerimaan siswa baru atau waktu para siswa akan menghadapi Ujian Akhir Nasional atau UAN.

Dengan mempertimbangkan waktu ini, Anda akan bisa menawarkan program tertentu sesuai kebutuhan para siswa.

Yang kedua adalah Kondisi Sosial. Memang sekarang sangat marak setiap bisnis, tidak terkecuali bisnis lembaga bimbingan belajar melakukan promosi melalui media online. Lembaga bimbel membuat website sebagai media promosi yang dioptimasi menggunakan media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Namun, apakah kondisi sosial di mana lembaga bimbel Anda dirikan rasanya sudah bisa menerima model promosi seperti ini? Untuk daerah kota kecil atau bahkan pedesaan, sepertinya model promosi melalui media online kurang begitu efektif.

Bahkan, untuk lembaga pendidikan di kota kecil dan pedesaan, sangat efektif menggunakan strategi promosi word of mouth atau dari mulut ke mulut. Jadi, Anda perlu pertimbangkan kondisi sosial dalam menentukan strategi promosi.

Mungkin ada faktor lain lagi yang perlu dipertimbangkan. Akan tetapi, dua faktor tersebut harus dimasukkan sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan dan menjalankan strategi promosi.

Selain itu, satu hal yang paling penting adalah melengkapi buku panduan bimbingan belajar. Jangan sampai lembaga bimbel yang Anda pimpin hanya memiliki buku panduan dengan variasi yang sedikit karena siswa nanti tidak memiliki banyak pilihan. Untuk itu, perbaharui terus menerus buku panduan bimbel agar siswa semakin yakin bahwa lembaga bimbingan belajar Anda selalu update, tidak ketinggalan zaman.

Artikel terkait :

Rahasia Sukses Bimbel

Ide Unik Mendirikan Lembaga Bimbingan Belajar Pasti Laku

Dua Pertimbangan Utama Sebelum Mendirikan Bimbel

 

 

Lembaga Bimbingan Belajar Paling Disukai Siswa

Lembaga Bimbingan Belajar Paling Disukai Siswa

Mungkin Anda satu diantara sekian banyak pemilik lembaga bimbingan belajar tidak merasa tidak puas dengan perkembangan lembaga yang Anda pimpin. Jika ya, Anda harus peka dan mendengarkan apa yang disukai oleh siswa.

Anda perlu menjawab pertanyaan berikut? Berapa jumlah siswa yang akhirnya kembali lagi dan mengambil paket bimbel lagi? Berapa persen penambahan siswa setiap tahunnya?

Jika jawabannya tidak memuaskan, berarti ada yang salah dengan lembaga bimbel yang Anda pimpin.

Bertanya langsung kepada konsumen tentu tidak efektif karena ada kemungkinan jawaban atau data yang akan didapatkan tidak valid karena hanya sedikit atau bahkan tidak ada yang mau menceritakan kekurangan lembaga yang Anda pimpin karena mereka sungkan.

Untuk itu, Anda perlu tahu lembaga bimbingan belajar seperti apa yang disukai dan difavoritkan oleh siswa

1. Jadwal yang Fleksibel

Kebanyakan lembaga bimbel sudah membuat jadwal sehingga calon peserta didik bisa memilih pada jam berapa dan hari apa mereka ingin mengikuti program pembelajaran.

Akan tetapi, tahukah Anda kadang siswa keberatan dan akhirnya tidak jadi mendaftarkan sebagai peserta didik? Ada beberapa alasan seperti jadwal bentrok atau tabrakan dengan kegiatan di sekolah, mereka sudah menjadwalkan kegiatan tertentu, dan lain sebagainya.

Ada baiknya Anda membuat jadwal yang fleksibel, mengikuti keinginan peserta didik. Tentu saja Anda bisa memberikan opsi hari dan jam.

2. Sistem Pendidikan yang Selalu Inovatif

Tidak bisa dipungkiri bahwa siswa akhirnya mengikuti program bimbingan belajar karena dua alasan. Yang pertama, mereka tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Yang kedua, mereka tidak puas dengan pembelajaran di sekolah.

Untuk alasan yang kedua ini, Anda harus berani memberikan nilai lebih. Artinya, lembaga bimbingan belajar harus memiliki sistem pembelajaran yang membuat anak didik merasakan ada hal selangkah lebih maju daripada apa yang mereka dapatkan di sekolah.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya selalu meng update panduan atau buku pembelajaran untuk lembaga bimbel yang Anda pimpin. Dengan cara itu, peserta didik akan selalu mendapatkan hal yang baru di setiap pembelajaran, tidak seperti yang sudah diajarkan di sekolah.

Artikel terkait

Potensi Bimbingan Belajar (Bimbel) di Daerah Pedesaan

Cara Meriset Peluang Bisnis di Lingkungan Anda

Sarana dan Prasarana Minimal untuk Mendirikan Bimbingan Belajar

Potensi Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) di Daerah Pedesaan

Potensi Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) di Daerah Pedesaan

Kalau lembaga bimbingan belajar atau bimbel yang didirikan di area perkotaan, mungkin sudah biasa. Bagaimana kalau di daerah pedesaan? Apakah termasuk potensi bisnis yang bagus.

Yang jelas, lembaga bimbel itu didirikan di pedesaan. Jangan khawatir karena potensi pendapatan dengan cara membuka bimbel di pedesaan tidak lebih rendah daripada di daerah perkotaan.

Kok bisa? Ya tentu saja bisa. Sekarang, tidak hanya orang kota yang memiliki impian yang tinggi. Mereka sudah memiliki TV dan bahkan akses internet. Orang desa sudah tahu dunia luar yang berkembang dinamis. Untuk mereka tidak ingin ketinggalan dengan orang kota.

Alasan Kenapa Membuka Bisnis Lembaga Bimbingan Belajar di Desa

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa anak-anak di daerah pedesaan pun ingin berkembang itulah menjadi alasan kenapa sangat potensial membuka lembaga bimbingan belajar di desa. Selain itu, adakah alasan lain yang bisa membuat Anda yakin bahwa bisnis ini menjanjikan? Tentu saja ada.

Yang pertama, ongkos perjalanan. Tahukah Anda kenapa anak-anak yang hidup di area pedesaan tidak mengikuti program bimbel? Karena berat di ongkos perjalanan. Mungkin, biaya bimbel lebih murah daripada ongkos transportasi yang harus mereka keluarkan setiap hari.

Itulah mengapa banyak dari mereka tidak mengikuti bimbel. Jika ada lembaga bimbingan belajar di desa mereka atau setidaknya di daerah yang mudah dan murah untuk dijangkau, sangat mungkin jika mereka bersemangat untuk mengikuti bimbel.

Yang kedua, banyak anak desa yang lebih potensial dan cerdas daripada anak kota. Ini bukan diskriminatif tapi faktanya memang seperti ini. Kebanyakan anak desa itu masih polos sehingga seluruh waktunya hanya untuk belajar dan belajar. Sementara anak-anak kota sudah mengenal mall, game, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, jika ada fasilitas tambahan seperti lembaga bimbingan belajar di area pedesan, sangat mungkin kalau lembaga ini akan mendapatkan banyak sekali peserta didik. Apalagi di desa ada istilah getuk tular. Artinya, jika satu orang tahu ada hal yang baik, pasti langsung dibicarakan dengan orang lain dan akhirnya ikut bergabung.

Jadi, potensialkah membuka lembaga bimbingan belajar atau bimbel di daerah pedesaan? Tentu saja.

 

Artikel Terkait :

Cara Meriset Peluang Bisnis Bimbel di Lingkungan Anda

Mengembangkan Bisnis Bimbel ? Apa Opsinya ?

Tips Jitu Berbisnis Bimbingan Belajar

Cara Meriset Peluang Bisnis Bimbel di Lingkungan Anda

Cara Meriset Peluang Bisnis Bimbel di Lingkungan Anda

Ada-ada saja orang alasan orang tidak berani melangkah, terutama memulai bisnis. Ada yang khawatir karena saingannya ketat, atau tidak tahu cara memulainya dari mana. Ini bisa juga terjadi kepada Anda yang memiliki angan-angan untuk mendirikan lembaga bimbel, tapi tidak tahu cara memulainya. Apakah di tempat Anda memungkinkan untuk mendirikan bimbel? Apakah Anda masih bisa mendapatkan siswa dengan persaingan yang ketat?

Jika demikian, ada baiknya untuk memulai dengan riset peluang bisnis bimbel di lingkungan Anda. Berikut ini caranya.

Bergaullah Dengan Lingkungan

Karena Anda baru memulai bisnis Anda, pastikan Anda memulai dari lingkungan Anda. Tidak perlu muluk-muluk untuk mendapatkan tempat yang besar, mewah, dengan fasilitas lengkap kalau Anda baru membangun brand. Anda hanya akan membuang uang Anda dengan siswa yang belum tentu banyak.

Bergaullah dengan lingkungan. Berbicara dan galilah informasi sebanyak mungkin mengenai kebutuhan mereka dan apa yang mereka inginkan dari sebuah lembaga bimbel. Sasarlah para orang tua karena mereka kuncinya. Keinginan orang tua adalah representasi siswa karena Anda harus memuaskan orang tua.

Datangilah Lembaga Bimbel yang Ada

Gali informasi. Ada banyak hal yang harus Anda ketahui, dari mengatur siswa, membuat jadwal, dan lain-lain. Semua ini mungkin tidak mudah jika Anda tidak menggali informasi. Anda tidak perlu berkonsultasi bisnis. Cukup dengan berkunjung ke lembaga bimbel lain. Berpura-puralah menjadi orang tua yang ingin mendapatkan informasi tentang bimbel karena anaknya ingin ke lembaga bimbingan belajar. Hanya dengan cara sederhana ini, informasi yang Anda butuhkan bisa didapat. Meskipun tidak lengkap, informasi tersebut bisa dijadikan dasar.

Riset Internet

Karena bimbingan belajar memerlukan pendukung, internet adalah solusi yang paling mudah. Modul bimbel yang berisi materi wajib ada pada sebuh bimbel. Jika Anda tidak mungkin membuatnya sendiri, Anda bisa membeli secara online. Modul ini tersedia untuk lembaga bimbel. Selain berkualitas, harganya juga terjangkau. Lakuan sedikit riset melalui mesin pencari, dan Anda bisa mendapatkan modul lengkap dalam format Ms. Word.

Baca : Jual Modul Bimbingan Belajar Lengkap untuk Siswa

Dengan mengedepankan tiga riset kecil-kecilan tersebut, Anda sudah siap untuk mendirikan bimbel baru.

 

Artikel terkait :

Modul dan Guru- Dua Kunci Representasi Kualitas Bimbingan Belajar

Mana Yang Lebih Menguntungkan pada Bisnis Bimbel : Kualitas atau Banyak Murid ?

Dua Pertimbangan Utama Sebelum Mendirikan Bimbingan Belajar

Sarana dan Prasarana Minimal untuk Mendirikan Bimbingan Belajar

 

Sarana dan Prasarana Minimal untuk Mendirikan Bimbingan Belajar

Sarana dan Prasarana Minimal untuk Mendirikan Bimbingan Belajar

Fasilitas dalam bimbingan tidak terlalu banyak jenisnya, tetapi membutuhkan biaya tidak sedikit.

Fasilitas yang dibutuhkan dalam Bimbingan belajar ini antara lain

1. Tempat Bimbingan / Rumah

Tempat bimbingan dapat menggunakan fasilitas sendiri (rumah sendiri) atau menyewa (kontrak). Kriteria tempat bimbingan yang standar :

  1. Dekat dengan jalan raya / mudah dijangkau
  2. Mempunyai ruang yang cukup untuk front office, 2 ruang kelas, 4 ruang privat.
  3. Mempunyai Kamar mandi minimal 1 buah.
  4. Tempat parkir memadai.

 

2. Front Office

  1. Meja Front Office 1 buah
  2. Kursi Front Office 1 buah
  3. Kursi Tamu 3 buah
  4. Komputer 1 buah
  5. Printer 2 buah
  6. Perlengkapan admin 1 set

 

3. Ruang kelas (per ruang)

  1. Whiteboard 1 buah
  2. Kursi Tutor 1 buah
  3. Kursi Kuliah 15 buah
  4. Penghapus 1 buah
  5. Spidol 2 buah
  6. Kipas angin 1 buah
  7. Monitor / LCD Projektor 1 buah

4. Alat Kebersihan 1 set