займ на карту без проверок

Kekurangan Waralaba Bimbel

Kekurangan Waralaba Bimbel

Bisnis bimbel dengan sistem waralaba atau franchise menjanjikan banyak hal. Memang, bimbel yang baru saja berdiri bisa cepat berkembanga karena franchise karena Anda hanya menjual brand orang lain. Setelah mengeluarkan modal untuk franchise fee, Anda bisa langsung memulai bisnis Anda, dengan dukungan penuh dari pemilik brand. Namun, di sisi lain, waralaba bimbel memiliki kekurangan. Berikut ini ulasannya.

waralaba bimbel

waralaba bimbel

Adanya Franchise Fee

Konsep utama dari waralaba adalah menjual barang dan jasa orang lain, dalam hal ini bimbel. Untuk memperoleh izin dari penjual franchise, Anda sebagai pembeli harus membayar dan melunasi sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan yang disebut dengan franchise fee. Biaya ini berlaku sesuai kesepakatan, bisa 3,5 ataupun sepuluh tahun dengan besaran fee dari jutaan, puluhan, ratusan hingga miliaran rupiah.

Intinya, waralaba bimbel memerlukan biaya yang mahal karena pembeli harus membayar sewa gedung sendiri. Sementara, kalau mendirikan bimbel sendiri, franchise fee bisa Anda alihkan untuk modal awal.

Membayar Royalti

Meskipun sudah ada sistem dan pelatihan, tetap saja, penjual waralaba ingin memperoleh keuntungan. Pembeli franchise diwajibkan membayar royalti atas penjualan jasa atas nama brand mereka setiap bulan kepada pihak penjual atau franchisor. Besar royalti berbeda-beda dengan kisaran 2%-10%.

Pembayaran royalti umumnya dimulai pada bulan pertama. Bahkan kalaupun Anda belum memperoleh keuntungan dari bisnis Anda, royalti harus tetap dibayarkan.

Berada dalam Pengawasan Franchisor

Ada banyak aturan dan ketentuan yang wajib ditaati oleh pembeli franchise. Sehingga, bagi Anda yang ingin merasa bebas, model waralaba ini akan membuat Anda merasa terkekang. Jika Anda ingin mengadakan perubahan, maka harus mendapatkan persetujuan dari franchisor bahkan untuk tujuan yang baik.

Semua hal diawasi, bahkan pendapatan dan keuntungan yang diperoleh. Kontrol ini dilakukan secara kesinambungan sehingga mungkin membuat Anda merasa tidak nyaman dalam menjalankan bisnis seolah-olah ada banyak mata-mata dimana-mana.

Dalam beberapa hal, memang waralaba bimbel menawarkan kemudahan dalam marketing, sistem dan minimnya risiko. Di sisi lain, bagi Anda yang merasa ingin bebas, tidak terkekang oleh siapapun, mendirikan bimbel sendiri dari nol merupakan pilihan yang lebih baik. Pada akhirnya, semua terserah Anda.