Pendekatan Psikologi Yang Tepat Dalam Menyusun Modul Kursus (1)

Tidak mudah memang menyusun sendiri modul kursus atau modul bimbel. Salah satunya adalah karena Anda tidak hanya sedang menyusun teori dan kumpulan soal belaka. Anda harus bisa memberikan pendekatan yang tepat hingga siswa bisa mudah memahami materi yang disampaikan.

Pendekatan terbaik dalam menyusun modul kursus adalah dengan menyuntikan pendekatan psikologi dalam penyampaian materi. Dalam hal ini ada dua pihak penting yag berperan, yakni materi dalam modul kursus itu sendiri dan sistem pengajaran oleh tenaga pengajar.

Penerapan Pendekatan Psikologi Dalam Menyusun Modul Kursus

Tetapi mungkin Anda sendiri juga bukan pakar psikologi pendidikan, jadi akan mengernyitkan dahi ketika Anda diminta untuk memberikan pendekatan psikologis khusus dalam menyusun modul kursus. Mungkin beberapa hal berikut ini akan menyederhanakan konsep pendekatan untuk lebih mudah Anda coba dalam penyusunan modul kursus.

  1. Pahami konsumen modul kursus
    Menyampaikan materi untuk siswa usia SD dengan siswa usia SMU jela berbeda. Karena mereka memiliki kemampuan dan batasan yang berbeda. Itu benar, tetapi ada lagi alasan lain. Karena mereka juga memiliki selera dan ketertarikan yang berbeda. Angkat hal-hal yang menarik untuk mereka, situasi yang kekinian atau update dan angkat issue di seputar mereka. Ini akan memudahkan mereka tertarik dengan materi. Poin utamanya adalah membuat mereka tertarik dan menaruh perhatian pada materi.
  2. Hindari materi yang bertele-tele
    Segala sesuatu yang bertele-tele sudah pasti akan melelahkan dan menjemukan. Teori berpanjang lebar adalah karakter dari materi dalam kelas formal dan itu sebabnya mereka membutuhkan kelas tambahan supaya mendapatkan pengajaran praktis. Jadi coba ringkas materi panjang lebar, buat menjadi logika sederhana dan bahasa simpel. Berikan bahasan soal dengan cara yang tidak berbeda. Utamakan logika dan penyederhaan dalam menyusun setiap penjelasan materi dan pembahasan soal.
  3. Susunan visual yang menarik
    Bukan hanya penggunaan bahasa yang tidak bertele-tele, tetapi penyusunan secara visual juga perlu Anda perhatikan. Karena visual juga berperan dalam membuat siswa tertarik atau justru jenuh. Gunakan varian warna, varian font dan varian penataan untuk membuat siswa merasa tertarik. Gunakan gambar untuk menambah visualisasi, misalkan dengan menambahkan gambar kartun atau foto artis, tokoh atau benda.

Itu tadi beberapa cara menerapkan pendekatan psikologis pendidikan dalam penyusunan materi. Ada beberapa hal lagi dalam pendekatan psikologis yang tepat untuk memudahkan siswa dalam memahami materi modul kursus. Anda bisa mendapatkan informasi lanjutan tersebut di sini.