Pola Pembelajaran Bimbingan Belajar Serta Kekurangan dan Kelebihannya

Pola Pembelajaran Bimbingan Belajar Serta Kekurangan dan Kelebihannya

Beberapa bimbingan belajar menggunakan pola pembelajaran yang berbeda satu sama lain. Tetapi ada juga beberapa bimbingan belajar yang menggunakan pola yang sama. Hal ini tergantung konsep awal pendirian lembaga bimbel dan startegi yang ingin ditempuh oleh bimbel tersebut.

Beberapa pola pembelajaran di bimbel diantaranya pertama adalah pola pembelajaran bimbel yang mengikuti perkembangan materi yang dipelajari siswa di sekolah. Biasanya pola seperti ini diterapkan oleh lembaga bimbel yang jumlah siswanya maksimal 5 orang. Saat belajar di kelas, seorang guru akan membahas materi pelajaran yang sedang dipelajari masing-masing siswa di sekolah sehingga bisa jadi siswa A sudah sampai bab ke-2 di sekolah tapi siswa B malah baru sampai bab ke-1. Kelebihan dari pola pembelajaran ini adalah siswa dapat mendalami pembahasan materi yang sedang dipelajarinya di sekolah. Namun kekurangannya adalah sang guru akan kerepotan jika setiap siswa memiliki pembahasan materi yang berbeda sehingga guru tersebut harus kreatif mengatur penjelasan materi ke siswa-siswa tersebut.

Pola pembelajaran yang kedua adalah pembelajaran yang mengikuti susunan bab pada modul atau buku panduan belajar yang digunakan oleh bimbel tersebut. Biasanya pola seperti ini digunakan oleh siswa yang jumlah siswa yang lebih banyak di dalam 1 kelas, misalnya maksimal 20 orang. Kelebihan pola seperti ini adalah siswa dapat menyelesaikan materi lebih cepat dibanding di sekolah. Misalnya di bimbel siswa sudah mempelajari BAB 3, sedang di sekolah ia baru mempelajari BAB 6. Kekurangannya adalah daya tangkap setiap siswa berbeda sehingga ada kemungkinan sebagian kecil siswa belum paham tentang materi yang dibahas karena setiap guru diberi target untuk menyelesaikan beberapa materi wajib.