4 Hal Yang Harus Diasah Oleh Seorang Pengajar Profesional

Ingin menjadi pengajar professional? Coba asah kemampuan Anda dalam 4 hal ini terlebih dulu dan lihat hasilnya.

4 Hal Yang Harus Diasah Oleh Seorang Pengajar Profesional

Sebelumnya sudah dibahas bersama oleh kami mengenai hal hal yang perlu Anda hindari ketika Anda ingin menjadi seorang pengajar professional. Meski Anda hanya seorang tutor atau mentor di kelas bimbingan belajar, tetapi rupanya Anda tetap dituntut untuk menjadi pengajar professional. Tak ubahnya dengan pengajar di dalam sekolah formal.

Malah estimasi masyarakat terhadap pengajar di bimbingan belajar terkadang lebih tinggi dibanding terhadap pengajar di sekolah formal. Ini karena anggapan para pengajar dalam bimbingan belajar dianggap lebih sebagai praktisi dan bukan guru yang terbentur beragam silabus, dan aturan formal yang mengikat dan kadang membatasi ruang gerak mereka.

Untuk menjadi demikian professional, seorang pengajar bimbel perlu memiliki beberara kemampuan. Kemampuan ini bisa Anda asah tanpa harus menempuh pendidikan psikologi formal.

Apa sajakah hal-hal yang bisa diasah untuk bisa mencapai kemampuan pengajar professional.

  1. Intuisi
    Intuisi secara kemampuan adalah kemampuan membaca situasi dan kondisi. Jadi asah intuisi dengan terus melihat dan mengamati pola dan perilaku siswa Anda. Dengan intuisi ini Anda bisa memahami teknik pengajaran bagaimana yang tepat Anda terapkan dalam kelas. Bahkan Anda bisa membaca sejauh mana keberhasilan Anda cukup dengan melihat mata siswa Anda.
  2. Komunikasi
    kemampuan berkomunikasi dua arah dengan mulus dan lancar juga bukan sekedar kemampuan bakat, Latih dan asah terus untuk menepis rasa gugup dan keadaan blank. Dengan mengasahnya terus nantinya Anda dengan sangat fasih membangun suasan ceria dalam kelas. Mengajak siswa untuk aktif dan membangun hawa diskusi.
  3. Update
    Anda perlu memahami apa yang sedang menjadi trend dan hot issue di kalangan siswa. Perhatikan dunia mereka dan pahami, dengan begitu Anda bisa lebih mudah memasuki dunia mereka. Ketika Anda sudah mampu masuk dalam tata pergaulan mereka, maka proses belajar juga bisa lebih mudah dibangun. Ikuti ketertarikan mereka, masukan hal ini dalam diskusi di kelas, tunjukan rasa menghargai Anda pada ketertarikan mereka.
  4. Penyemangat
    Kadang siswa lebih membutuhkan seseorang yang membantu mereka lebih percaya diri dan lebih tenang, misalkan dalam menghadapi ujian nasional. Tambahkan peran Anda sebagai penyemangat dan membangun spirit. Ini akan memberikan nilai tambah pada peran Anda sebagai pengajar professional.

Itulah tadi 4 hal yang bisa Anda asah dengan baik untuk bisa menjadi seorang pengajar yang professional dan disukai siswa. Tidak sulit kan?

Continue reading →

6 Hal Yang Harus Dihindari Untuk Pengajar Profesional

Ini dia 6 hal yang harus Anda hindari bila Anda ingin menjadi seorang pengajar profesional untuk kelas bimbel.

6 Hal Yang Harus Dihindari Untuk Pengajar Profesional

Menjadi pengajar di dalam kelas tutoring atau bimbingan belajar bukan lantas membuat Anda menjadi seseorang yang tidak professional. Karena meski Anda tidak mengampu pelajaran dalam kelas di sekolah formal, konsumen Anda, yakni siswa membutuhkan peran aktif Anda untuk memberikan mereka bimbingan tambahan demi mencapai prestasi.

Untuk bisa mencapai target ini, bagaimanapun Anda tetap membutuhkan profesionalitas. Masalahnya tidak sederhana rupanya menjadi seorang pengajar professional. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dan hindari terkait hal ini.

Dan berikut ini adalah 6 hal yang perlu Anda hindari bila Anda ingin menjadi seorang pengajar professional.

  1. Terlalu teks book
    Segala materi dalam buku modul bimbel memang dibuat untuk membantu proses pembelajaran. Tetapi ketika segala sesuatu hanya Anda sampaikan sebagai salinan dan ulasan yang sepenuhnya sudah tersedia dalam materi modul bimbel maka siswa akan merasa bosan. Mereka bisa membaca sendiri di rumah tanpa bantuan Anda, kalau hanya demikian.
  2. Fokus pada diri Anda
    Bangun hubungan dua arah. Di sini siswa bukan sekedar objek tetapi juga subjek,jadi jalankan sistem belajar bersama denga n siswa Anda daripada mengundang cara jadul siswa menerima pengajar memberi. Cara proaktif ini akan membangun suasana dalam kelas, mendorong siswa lebih memahami materi dan menjauhkan rasa jenuh.
  3. Memaksakan siswa
    Setiap anak memiliki kemampuan dan penguasaan masing-masing. Beberapa siswa mengalami masalah dengan hitungan beberapa yang lain akan kesulitan menghafal nama-nama latin organisme dalam biologi dan beberapa lain kesulitan dalam menghafal teori ekonomi. Pahami ini dan jangan pukul rata semua siswa harus mampu memahami secara menyeluruh.
  4. Buat perencanaan
    Anda memang sudah mendapatka silabus baik itu dari sistem formal maupun dari pihak bimbingan belajar itu sendiri. Tetapi Anda lebih memahami karakter siswa dalam kelas Anda. Jadi sesuaikan kembali semua perencanaan dengan karakter pembelajaran dari rata-rata kelas.
  5. Hanya perhatian pada si pintar
    Di dalam kelas bimbel yang Anda tangani pasti terdapat beberapa yang lebih pintar dari yang lain. Jangan selalu terfokus pada mereka meski mereka tampak selalu mampu memuaskan Anda dengan jawaban benar mereka. Karena perhatian Anda ini menurunkan semangat mereka yang merasa belum mampu.
  6. Terlalu kaku
    Kelas dalam bimbel haru terasa lebih ringan dan santai. Siswa sudah lelah sekolah sepanjang hari, jadi mereka menjalankan bimbel hanya dengan sisa energi mereka. Anda tidak akan mendapatkan hasil maksimal ketika Anda memberikan mereka tekanan. Justru dorong semangat mereka dan siswa akan lebih mudah memahami materi.

Continue reading →